SUKSES DENGAN TOTALITAS SEMBILAN AS DALAM BEKERJA



TOTALITAS adalah kata kunci untuk mencapai keberhasilan dalam bidang apapun.  Saya percaya bila kita bekerja secara TOTAL maka akan memperbesar peluang kita untuk sukses. Untuk itu saya memperkenalkan 9 AS dibawah ini




KERJA CERDAS
Tidak semua hal harus di kerjakan sendiri. Harus berani mendelegasikan sebagian dari tugas ke subordinates yang tepat. Untuk itu kita harus terus berusaha meningkatkan kemampuan anggota tim kita dengan menduplikasi pengetahuan serta pengalaman kita ke subordinates agar kita bisa mengerjakan hal lain yang lebih menantang.


KERJA KERAS
Suka atau tidak suka kita harus bekerja lebih atau 'do extra milleage' bila mau lebih unggul dibanding orang lain. Hampir semua orang sukses dalam berkarir dapat di pastikan bekerja tidak kurang dari 60 jam dalam seminggu sejak awal berkarir. Bagaimana bisa mengharapkan hasil yang luar biasa kalau kerjanya bias biasa saja?     


KERJA JELAS

Adalah penting untuk mendemonstrasikan apa yang sudah dan sedang kita kerjakan kepada semua orang yang berperan dalam peningkatan karir kita.  Hal ini bisa dilakukan dengan secara berkala mengirim laporan, secara tertulis maupun secara lisan, ke atasan. Dengan atau tanpa di minta atasan usahakan untuk demonstrasikan penguasan pasar, kemampuan mengumpulkan data serta informasi, kemampuan menganalisa situasi, kemampuan melihat peluang dan ancaman, hingga kemampuan memecahkan masalah. 

Jangan takut kelihatan kekurangan kita dengan mengirim laporan. Ambil positif nya saja. Kalau apa yang dilaporkan dinilai bagus maka itu sangat baik sekali. Kalapun atasan lantas banyak mengkritik laporan kita maka tandanya kita mendapat perhatian atasan dan bisa semakin meningkatkan kemampuan kita.


KERJA TUNTAS
Bekerjalah dengan penuh kesungguhan dan hingga tuntas tanpa ada yang tertinggal atau terlupakan secara sadar. Menunda penyelesaian masalah atau pekerjaan bukanlah hal yang bijak karena cenderung membuat permasalahan menjadi semakin rumit dari yang seharusnya. Jangan pernah berharap waktu akan menyelesaikan masalah dengan sendirinya. Jangan meninggalkan bom waktu.


KERJA BERKWALITAS
Jangan asal asalan dalam bekerja. Kerjakan semua tugas dengan penuh kesungguhan dan secara bertanggung jawab.  Berusahalah untuk selalu melampaui harapan pemberi tugas. Lakukan ini secara konsisten agar menjadi 'trademark' diri.


KERJA IKHLAS
Jangan pernah merasa terbebani dengan apa yang kita kerjakan.  Berusahalah untuk mencintai apa yang kita kerjakan. Sebab hanya mereka yang sudah berada di posisi puncak yang bisa memilih untuk melakukan apa yang dicintainya. Jadikan pekerjaan sebagai hobby dan sebagai sesuatu yang membahagiakan sehingga kita tidak terlalu perhitungan dalam bekerja. Bekerja maksimal adalah suatu kewajiban. Jangan bertany apa yang kita dapat dari perusahaan tetapi tanyalah apa yang perusahan dapat dari kita. Apa yang kita berikan pada perusahaan.


KERJA ANTUSIAS
Antusiasme merupakan energi positif yang mudah menular ke orang orang di sekitar kita. Miliki semangat atau gairah yang luar biasa terhadap apa yang kita kerjakan. Antusiasme membuat kita selalu bersemangat dan tidak pernah merasa lelah. 


KERJA TEGAS
Jangan ragu dalam bertindak. Harus berani mengambil sikap dan keputusan yang tepat secara tepat waktu. Jangan terus menunda atau bahkan plin-plan.  Katakan tidak bila harus berkata tidak.  Katakan ya bila harus berkata ya.  Harus berani mengatakan yang sebenarnya walau kadang menyakitkan bagi orang lain. Jangan menghindari masalah dengan menunda-nunda atau membuat keputusan yang tidak baik dan tidak benar alias demi popularitas semata.
 

KERJA DENGAN INTEGRITAS
Apa yang kita kerjakan harus selalu sesuai dengan apa yang kita ucapkan, sepakati, janjikan, yakini serta sesuai hukum, moral, etika, maupun aturan. Semakin tinggi jabatan seseorang semakin penting baginya untuk mendemonstrasikan bahwa dirinya layak untuk di percaya.





    Selamat mengukir prestasi dengan tinta emas.

SASARAN & NILAI INTI SEBAGAI BEKAL SUKSES

Banyak orang melupakan pentingnya menetapkan sasaran kerja dan memiliki Nilai Inti yang tepat sebagai langkah awal mengukir sukses dalam berorganisasi maupun dalam menata kehidupan.  

Dibawah ini adalah Sasaran dan Nilai Inti yang saya jadi pegangan dalam berkarya dan senantiasa saya coba tularkan ke semua anggota yang pernah menjadi bagian dari tim saya. Saya sangat meyakini bahwa Sasaran dan Nilai Inti yang saya adopsi adalah pegangan saya dalam mengukir prestasi selama bekerja sebagai professional sejak tahun 1989. Sasaran dan Nilai Inti ini juga sudah berhasil mencetak banyak Manager handal di bidang FMCG.

Saya percaya ke lima sasaran dan Nilai Inti yang saya tampilkan dibawah ini adalah sesuatu yang bisa di terapkan di dalam segala aspek kehidupan dan terutama dalam konteks berorganisasi karena filosofi dasarnya yang bersifat universal, yaitu membuat hidup orang lain lebih mudah dan lebih indah. Silahkan di adopsi atau di adaptasi.





FUNDAMENTAL KEBERHASILAN


Kita sering mendengar orang berkata banyak jalan menuju Roma. Maksud nya adalah banyak jalan untuk mencapai sukses.  Memang demikian adanya.

Tahukah anda bahwa dari berbagai jalan menuju sukses satu hal yang pasti adalah bermula dari KEYAKINAN seseorang. Keyakinan akan sangat menentukan NILAI NILAI yang dijadikan pegangan dalam hidup seseorang. Keyakinan dan Nilai Nilai kehidupan yang di anut seseorang akan menentukan POLA BERPIKIR seseorang yag lebih lanjut akan sangat menentukan SIKAP dan MENTAL seseorang terhadap sesuatu. Sikap pada akhirnya akan menentukan apa yang DILAKUKAN  seseorang. Nah apa yang di lakukan seseorang inilah yang kelihatan secara kasat mata sebagai hal yang sangat menentukan siapa seseorang saat ini dan dimasa mendatang.




Bila seseorang yakin bahwa dirinya adalah penuh potensi dan pasti jadi orang sukses maka nilai2 hidupnya pastilah menggambarkan keyakinannya tersebut. Demikian pula Pola Berpikir nya, SIkap nya, hingga perilakunya.  Makanya tidak heran kalau kemudian seseorang itu bisa mencapai sukses. Karena memang memprekondisikan dirinya untuk sukses dan disipli di jalur sukses.

Ayo renungkan apa yang perlu di ubah dalam diri kita agar bisa mencapai sukses yang lebih.

BELAJAR DARI FLORA DAN FAUNA

Kita bisa belajar dari mana saja selama kita mau belajar. Termasuk dari hewan dan tumbuhan. Bila waktu memungkinkan saya akan membahas apa yang bisa dipelajari dari Semut, Burung Elang, Angsa, Bambu, dan pohon Kurma.

Silahkan mengunjungi blogspot saya kembali dikemudian hari untuk mendapatkan postingan pembelajaran dari flora dan fauna.

MEMILIH DISTRIBUTOR atau PENYALUR EKSKLUSIF

Tidak banyak perusahaan yang beruntung bisa memiliki infra-struktur dan sumber daya internal yang memungkinkan perusahaan mampu menangani seluruh rangkaian kegiatan bisnis tanpa melibatkan organisasi lain.

Umumnya perusahaan memilih untuk fokus pada satu atau beberapa keunggulan komparatif yang di miliki dan merangkul perusahaan lain yang lebih mampu untuk mengerjakan kegiatan atau fungsi tertentu lainnya yang bisa dikerjakan secara lebih effisien dan atau lebih baik oleh mitra perusahaannya.

Tantangan utama dalam memasarkan produk adalah mendistribusikan produk yang tepat secara tepat pada waktu yang tepat sesuai penawaran produk dan sasaran pembeli maupun konsumennya. Karenanya adalah sangat penting memilih distributor yang dapat diandalkan terutama untuk pasar tujuan ekspor.

Secara garis besar pemilihan Distributor harus mempertimbangkan:

1. Capital & Collateral
2. Coverage & Competency
3. Chemistry
4. Compatibility
5. Confidence
6. Character
Dari perusahaan yang dipertimbangkan untuk menjadi Distributor


CAPITAL & COLLATERAL
Penyalur harus memiliki kecukupan modal dan jaminan sesuai dengan skala operasional atau potensi penjualan di areanya.  Artinya harus memiliki dan cukup untuk (1) menyiapkan stock barang untuk dijual  dalam jumlah yang cukup dengan memperhitungkan minimum stock, lead time, dan proyeksi penjualan (2) memberikan pembayaran kredit ke pelanggannya (3) menyediakan fasilitas pendukung operasional seperti kantor, gudang, sistem operasional, kendaraan untuk mengirim barang, dan karyawan yang handal.


COVERAGE & COMPETENCY
Basis pelanggan (Customer Base), Jumlah Pelanggan Aktif (Active Customers), kelengkapan dan kemampuan tim di area yang akan di percayakan sangat menentukan dalam pemilihan penyalur. Tentunya bukan sekedar jumlah pelanggan namun juga harus merupakann pelanggan karakternya yang sesuai dengan karakter produk yang mau di distribusikan.  


CHEMISTRY
Kenyamanan dalam bekerja sama adalah hal yang mutlak.  Harus bisa saling percaya dan bekerja sama dengan prinsip 'win-win solution'  terutama karena dalam perjalanan bekerja sama pasti akan ada perselisihan karena sudut pandang dan keentingan yang tidak mesti sama.


COMPATIBILITY
Sistim  pelaporan yang di gunakan calon distributor juga menjadi hal yang menentukan sebab principal pasti akan membutuhkan sistim pelaporan yang  kompatibe dengan sistim informasi yang di gunakan oleh pincipal.  Beberapa principal yang sudah besar nilai penjualannya bahwa bisa mewajibkan calon distributornya untuk mengadopsi sistim informasi yang di bakukan.


CONFIDENCE
Syarat mutlak untuk menjadi distributor adalah memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap principal dan produknya. Demikian juga sebaliknya principal harus yakin dengan kemampuan salon distributornya. Jadi harus saling percaya satu dengan lainnya


CHARACTER
Tidak kalah penting adalah kecocokan secara karakter dari pengelola distributor baik pemilik ataupun professional yang di percaya pemiliknya.  Artinya menyangkut keyakinan, nilai inti, pola berpikir, sikap dan tindakan2 calon distributor juga menjadi pertimbangan penting. 


Semoga penjelasan diatas berguna dalam membantu pemilihan distributor anda. Budayakan berbagi.

6 PILLAR MEMBANGUN MEREK



6 PILLAR MEMBANGUN MEREK

Ada banyak sekali jalan yang bisa di tempuh untuk mencapai sukses dalam membangun merek karena kompleksitas pasar dan perilaku konsumen yang terus bergeser sejalan dengan waktu dan kemunculan hal hal baru.

Melalui artikel ini saya mau menawarkan apa yang saya sebut ‘6 PILLAR MEMBANGUN MEREK’  yang sangat saya yakini dan selalu saya jadikan pegangan dalam kegiatan saya membangun merek selama saya menjadi praktisi pemasaran sejak tahun 1989. Ke 6 pillar dimaksud adalah:

1.       Mengamankan pendistribusian produk
2.       Memenangkan Top of Mind, bukan sekedar brand awareness
3.       Memenangkan Preferensi terhadap produk
4.       Melakukan kegiatan Promosi penjualan secara bertanggung jawab
5.       Meningkatkan Marketing Margin dan Marketing Profit
6.       Mengamankan kepentingan jangka pendek dan jangka panjang secara seimbang


  1. MENGAMANKAN PENDISTRIBUSIAN PRODUK

Hanya bila produk tersedia di toko maka konsumen bisa membelinya.  Karena itu sebagai pemasar kita harus terus menerus memastikan bahwa produk yang tepat dengan kualitas yang tepat tersedia di outlet yang tepat dan di pajang di lokasi pajang yang tepat secara tepat pada waktu yang tepat dengan harga jual yang tepat dan dalam jumlah yang tepat. Saya menyebutnya DELAPAN KETEPATAN PENDISTRIBUSIAN PRODUK.

Produk yang tepat adalah produk yang menjawab kebutuhan atau keinginan pasar yang di sasar.  Artinya tepat secara ragam kemasan, berat produk, variasi rasa hingga harga. Produk yang tepat memberikan manfaat secara fungsional maupun emosional.

Outlet yang tepat maksudnya adalah (1) dimana mayoritas pelanggannya sesuai dengan profil pelanggan yang disasar produk (2) ragam produk secara ukuran kemasan, tipe kemasan, maupun rasa sesuai dengan kemampuan jualnya.

Kualitas yang tepat adalah yang spesifikasi nya sesuai dengan standar organisasi. Masih fresh dan sangat layak untuk di konsumsi atau di gunakan. Kita tidak harus memasarkan produk dengan standar tertinggi di pasar karena setiap tingkatan kualitas memiliki pasarnya sendiri-sendiri. Yang terpenting adalah kesesuaian dari semua variable penentu pembelian.

Lokasi Pajang yang tepat sangat menentukan peluang untuk dilihat dan dibeli.  Artinya bukan sekedar memajang di ketinggian pandangan mata orang yang di targetkan untuk membeli tetapi juga harus berada rak utama dimana produk dengan kategori yang sama juga di pajang. Bila jumlah barang terbatas maka utamakan pajangan di rak utama, meski harus mengurbankan pajangan di secondary display seperti di end of gondola, di dump bins, di check out counter, di island / floor display. Bila mampu membayar secondary space maka pastikan memilih di lokasi yang banyak dilalui pengunjung (high traffic area) dan mudah dilihat.

Pemajangan yang tepat akan semakin memperbesar peluang produk untuk dilihat dan dibeli. Harus upayakan berdekatan dengan produk yang paling laku untuk memperbesar peluang di lihat dan di beli. Pastikan mendapat slot pemajangan yang tidak lebih kecil dari pangsa pasar produk.  Pemajangan yang tepat adalah yang sesuai dengan planogram (cara pemajangan produk yang baku) yang biasanya mempertimbangkan faktor keindahan dan kreatifitas.   Juga harus memperhatikan EYE LEVEL, FRONTING, FACING, ROTATION, dan ketersediaan PRICE LABEL.

Waktu yang tepat maksudnya adalah bahwa produk harus tersedia disaat pembeli yang di sasar berbelanja. Bila penjualan umumnya banyak terjadi di akhir pekan maka pastikan ketersediaan produk di akhir pekan. Contoh: waktu yang paling tepat untuk menjual payung adalah di musim penghujan, menjual susu bayi di rumah bersalin sebagai susu no-ASI pertama yang di minum bayi agar untuk 12 bulan bahkan 36 bulan kedepan akan cenderung mengkonsumsi merek susu yang sama.

Harga yang tepat bukan selalu berarti harga yang murah atau sekedar terjangkau.  Tetapi harga yang merefleksikan nilai pertukaran yang pantas sesuai dengan kualitas dan manfaat yang di tawarkan produk secara keseluruhan. Untuk produk yang bersifat generic dimana loyalitas pembeli nya rendah harga biasanya cenderung bersaing sebab merek satu dan lainnya di anggap tidak berbeda jauh secara kualitas dan manfaatnya. Sementara untuk produk yang bersifat unik dan terbatas jumlahnya maka harga tinggi tidak menjadi penghambat untuk membeli karena tidak ada pembandingnya.

Jumlah yang tepat disesuaikan dengan waktu, siklus hidup produk, dan kegiatan pemasaran produk maupun kegiatan pemasaran produk pesaing. Ketika produk mau di promosikan secara massal maka harus pastikan produk tersedia di pasar dalam jumlah memadai. Contohnya: menjual biscuit kalengan menjelang hari Idul Fitri harus sudah ada di toko minimal dua bulan sebelum hari H. Bila terlambat mengirim beresiko susah menjualnya sebab pedagang Parcel mungkin sudah membeli produk pesaing. Bila


  1. MEMENANGKAN TOP OF MIND

Hanya bila suatu produk menjadi produk yang paling di ingat pelanggan maupun prospek (orang-orang yang mampu, mau dan berhak atau memenuhi syarat untuk mendapatkannya) maka produk tersebut lebih berpeluang untuk di beli dan menjadi pemimpin pasar untuk kategorinya. Top Of Mind biasanya mewakili pangsa pasar relative suatu produk tertentu.  Produk dengan Top of Mind yang lebih tinggi biasanya memiliki pangsa pasar yang lebih tinggi.

Cara mengukurnya sangat sederhana yaitu dengan meminta prospek menyebutkan nama merek atau produk yang diingatnya untuk suatu kategori tertentu.  Merek atau produk pertama yang disebutkan prospek adalah yang menjadi top of mind nya atau paling di ingatnya. Dihitung dalam satuan prosentase terhadap total prospek yang ditanyai.  Kita tinggal menghitung berapa jumlah prospek yang menyebutkan produk atau merek kita pertama kali diantara semua produk atau merek yang di kenalnya. Misalkan ada 5 dari 20 prospek yang menyebutkan merek tertentu pertama kali maka dihitung 5/20 atau 25%.

Setiap pemasar harus berusaha maksimal memenangkan ‘top of mind’ alias menjadi yang paling di ingat supaya pada saat kebutuhan atau keinginan prospek naik ke permukaan maka produk atau mereknya yang akan di ingat bahkan dicari.


  1. MEMENANGKAN PREFERENSI TERHADAP PRODUK / MEREK

Pemasar dari semua produk dengan pangsa pasar yang besar sangat memperhatikan pentingnya distribusi dan top of mind sehingga besar kemungkinan dimana produk kita di jual disitu juga akan di temui produk pesaing.  Lalu apa yang akan membedakan produk kita dengan produk pesaing? Kenapa prospek harus memilih untuk membeli produk kita di detik-detik pengambilan keputusan di outlet? Setiap pemasar harus mampu memberi alasan kenapa prospek harus memilih produk kita.

Pemasar harus mampu mempengaruhi proses pengambiilan keputusan dengan mempengaruhi prospek agar apa yang menjadi keunggulan produknya menjadi prioritas utama bagi prospek dalam menentukan pilihannya. 

Kita sering mendengar istilah ‘positioning’ atau menempatkan produk dalam map persepsi prospek.  Kata kuncinya di sini adalah mengambil tempat yang tepat dalam map persepsi prospek.

Tempat yang tepat adalah tempat yang (a) dinilai relevan (b) dinilai penting dalam menjawab kebutuhan maupun keinginan prospek (c) dinilai merepresentasikan kepribadian atau gaya hidup prospek. Jadi bukan sekedar menawarkan perbedaan dibandingkan pilihan atau pesaing lainnya tetapi harus


  1. PROMOSI PENJUALAN SECARA BERTANGGUNG JAWAB

Kegiatan promosi penjualan bukan suatu kegiatan yang wajib untuk dilakukan sepanjang tahun melainkan kegiatan yang harus di lakukan secara tepat waktu, terencana, terintegrasi, dengan tujuan yang yang jelas dan pertimbangan yang matang. Sebab semua kegiatan pemasaran termasuk promosi penjualan sangat memperngaruhi nilai suatu merek.  Untuk membangun merek seorang pemasar harus memperhatikan kegiatan pemaasarannya.

Pemasar harus ingat bahwa pada dasarnya kegiatan promosi harus berdasarkan kebutuhan produk atau tuntutan persaingan. Pemasar harus berusaha menghindari kegiatan promosi penjualan yang berimplikasi pada penurunan harga.

Hindari kegiatan promosi penjualan yang berimplikasi pada penurunan harga terutama jangan sampai menjadi suatu kegiatan promosi yang bersifat rutin dalam upaya mendongkrak penjualan secara periodic. Kegiatan promosi pernjualan tidak boleh ada pola yang bisa di baca pasar karena akan membuat pasar menunda pembelian hanya pada periode promosi saja.

Saya percaya promosi penjualan, terutama yang berimplikasi pada penurunan harga atau mengalihkan dasar pembelian dari keunggulan produk, tidak pernah memberi kontribusi positif terhadap upaya membangun merek secara jangka panjang. Sebaliknya akan cenderung menjadi batu sandungan. Karenanya kegiatan trade promotion, consumer promotion, maupun sales incentive sebaiknya di batasi. 

Membangun merek harus melalui panawaran serta upaya dan komunikasi yang konsisten, sistimatis, terencana dan terintegrasi untuk jangka waktu yang panjang dengan menekankan pada kualitas dan keunggulan produk.

Membangun merek membutuhkan kesabaran dan mental juara dari para penanggung jawab merek  sebab membangun merek harus dimulai dengan memperhatikan setiap fundamental agar merek kuat menahan ‘guncangan’ dalam perjalanannya.

Godaan untuk menurunkan harga, menjual secara ‘bundled’, memberikan hadiah untuk pembelian dalam jumlah tertentu (baik memberikan hadiah produk yang sama atau produk lainnya) memang tidak mudah di abaikan terutama bagi mereka yang sangat berorientasi pada menjual ,menjual dan menjual. Sebab memang banyak prospek yang sangat reseptif terhadap berbagai bentuk promosi penjualan. Sehingga responnya langsung bisa di ukur dengan terdongkraknya penjualan jangka pendek.

Setiap pemasar dan pimpinan tim penjualan harus menyadari bahwa tugas utamanya membangun merek atau nilai produk dengan memenangkan pangsa pasar, mengamankan permintaan dan memenangkan loyalitas terhadap produk, . Bila konsumen sudah mencari produk maka tugas untuk mendistribusikan akan mengikuti secara otomatis.

Hindari memaksakan diri untuk memindahkan stock dari gudang pemasar ke gudang toko atau gudang distributor kalau tidak disertai upaya meningkatkan konsumsi yang effektif sebab hanya akan memindahkan penjualan dari suatu periodeke periode lainnya dengan harga jual yang lebih rendah sehingga berujung pada penurunan tingkat keuntungan bagi organisasi pemasar.

Intinya saya hanya merekomendasikan kegiatan promosi penjualan kalau dilakukan untuk:

  1. Mengantisipasi peningkatan konsumsi (ada program untuk mendongrak konsumsinya) sementara pedagang belum memiliki antusiasme yang diharapkan
  2. Menyemangati pedagang yang sebelumnya sering kekosongan barang supaya mau meningkatkan pengambilan sehingga tidak kehilangan peluang menjual
  3. Menahan gerakan atau effektifitas program promosi pesaing  

Saya menilai penanggung jawab pemasaran maupun promosi penjualan tidak bertanggung jawab dan merusak pembangunan merek apabila kegiatan promosi penjualan dilakukan:

a.      Sekedar untuk menghabiskan anggaran yang sudah di sediakan
b.      Sekedar mengejar target penjualan yang berhubungan dengan perhitungan insentif semata
c.       Sekedar kegiatan rutin yang harus dilakukan untuk membeli kedekatan dengan pedagang
d.      Tanpa mempelajari secara tepat dan menyeluruh tentang perilaku pasar (pedagang dan konsumen) sehingga dana dan banyak sumber daya lainnya terbuang sia-sia.


Saya selalu mempertanyakan integritas pengambil keputusan yang sangat menyukai promosi penjualan yang berimplikasi pada penurunan harga terutama bila tidak di ikuti dengan peningkatan konsumsi terhadap produk.



  1. MENINGKATKAN MARKETING MARGIN & MARKETING PROFIT

Utamanya setiap organisasi bisnis didirikan untuk mendapatkan keuntungan setinggi mungkin secara keuangan.  Terutama mengingat banyaknya pilihan berinvestasi maka pemilik dana cenderung menilai kalayakan atau daya tarik usahanya dengan melihat tingkat keuntungan yang di dapat dari pilihan investasi yang ada dan harus lebih tinggi dari tingkat suku bunga yang bisa didapatnya bila dana yang dimilikinya di simpan di bank. Bahkan bagi investor yang menggunakan dana pinjaman maka penekanannya adalah mendapat keuntungan diatas  biaya meminjam dana dari institusi keuangan.

Untuk kepentingan jangka panjang saya lebih menekankan pada konsep ‘Marketing  Margin’ ketimbang  ‘Marketing Profit’.

Konsep ‘Marketing Margin’ selalu memberi gambaran tentang prosentasi keuntungan terhadap penjualan bersih nya sehingga menggambarkan produktifitas serta effisiensi biaya operasional dan pemasaran suatu organisasi.

Sementara konsep ‘Marketing Profit’  atau keuntungan setelah dipotong biaya pemasaran secara absolute (Rupiah) bisa memberi gambaran yang salah karena menyembunyikan kemampuan menjalankan usaha secara effisien. 
Karenanya pemasar harus mengamankan baik Marketing profit maupun Marketing Margin. Silahkan melihat table contoh dibawah ini:


Contoh:
Opsi A
Opsi B
Net Sales
1000
1500
Cost of Goods Sold
600
900
   Gross Profit
400
600
   Gross Margin
40%
40%
Marketing Expenses
100
200
   Marketing Profit
300
400
   Marketing Margin
30%
27%



Contoh diatas menjelaskan bahwa peningkatan penjualan  yang sebesar 50% (dari 1000 menjadi 1500) belum tentu merupakan opsi yang menarik bagi penyandang dana karena berakibat pada penurunan ‘Marketing Margin’ dari 30% menjadi 27% meski ‘Marketing Profit’ meningkat dari 300 menjadi 400. Sebab meningkatkan penjualan juga kadang berarti meningkatkan resiko tagihan macet.


Untuk jangka pendek atau beberapa tahun setelah melansir suatu produk baru atau saat ada kebijakan melakukan gebrakan tertentu untuk ‘membeli pasar’ atau  membesarkan pangsa pasar investor kadang siap berkurban dengan menerima tingkat keuntungan yang lebih rendah namun hal ini tidak dapat diterima bila berkepanjangan.



  1. SEIMBANGKAN KEPENTINGAN JANGKA PENDEK  DAN JANGKA PANJANG

Setiap kegiatan pemasaran selalu memiliki dampak terhadap angka penjualan dan rasio biaya. Pemasar bisa saja memutuskan untuk mengurangi biaya pemasarannya agar ‘Marketing Margin’ nya meningkat dan tetap mendapati penjualannya meningkat dalam jangka pendek.

Pemasar harus selalu ingat konsep ‘Top of Mind’  dan ‘Consumer Preference”. Kalau pemasar membiarkan produknya di lupakan konsumen atau prospeknya dan berhenti berusaha mendapatkan konsumen baru maka lonceng kematian sudah berdering. Perlahan tapi pasti produk atau mereknya akan dilupakan pasar.

Yang harus diperhatikan adalah menjaga keseimbangan antara kepentingan jangka pendek dan jangka panjang dengan kemampuan tarik ulur sesuai tuntutan pasar dan sasaran organisasi.

Jangan terus menerus bicara soal masa depan sehingga terus melakukan investasi secara tidak terkendali sebab kalau tidak bisa memberikan keuntungan yang diharapkan pada masa sekarang maka belum tentu ada masa depan.

Sebaliknya pemasar juga jangan terlalu fokus pada upaya mengamankan tingkat keuntungan hari ini atau jangka pendek sehingga membatasi investasi yang betul-betul diperlukan untuk kesehatan produk atau merek. Dengan tidak  ‘menanam benih’ maka apa yang mau dipanen dikemudian hari?  Setiap pohon pasti akan menjadi tua dan berkurang buahnya.


KESIMPULAN:
Dibutuhkan kebijaksanaan, kedewasaan, disiplin dan pengetahuan yang baik untuk bisa membangun merek secara sehat.  Pemasar harus adil terhadap kepentingan produk atau merek juga kepentingan para stakeholders (pemegang saham, karyawan, pemasok, konsumen dan lingkungan sekitarnya termasuk pemerintah dan masyarakat secara umum).  Jangan pernah mengutamakan kepentingan pribadinya.  


SUKSES MELEWATI MASA PERCOBAAN KERJA

Mencari pekerjaan yang sesuai dengan harapan, minat dan kemampuan kita adalah yang kita semua cita cita kan namun tidak semua orang beruntung mendapatkannya.  Kalau sudah berhasil mendapatkannya maka kita harus tahu bagaimana mempertahankannya.



Berikut adalah tips ringkas berdasarkan observasi saya sendiri yang mungkin dapat membantu first jobber atau mereka yang baru pertama kali memasuki dunia pekerjaan:



1.       Adopsi sikap kerja yang benar yang sesuai dengan budaya organisasi

2.       Ingat anda orang baru. Jangan merasa sudah pintar dan mau segera menjadi agen perubahan.

3.       Bangun impresi yang positif tentang diri anda.

4.       Bangun hubungan kerja yang effektif

5.       Jadilah seorang bawahan yang baik

6.       Pastikan anda memberi kontribusi positif

7.       Bersiaplah menghadapi perubahan



ADOPSI SIKAP KERJA YANG BENAR YANG SESUAI DENGAN BUDAYA ORGANISASI

Hal yang baik belum tentu benar seperti benar belum tentu baik tergantung waktu dan konteksnya.  Karena itu pelajari dan adopsi nilai2 serta budaya yang berlaku di organisasi yang baru.  Adopsi yang baik dan benar.  Jangan tidak mempertahankan nilai2 pribadi anda bila budaya atau nilai2 yang di anut organisasi yang baru tidak baik dan tidak benar apalagi bila tergolong melanggar hukum, moral, agama dan etika. Kadang ‘office politics’ member warna tersendiri di suatu organisasi. Pelajari baik2 dan jangan menjadi kurban. Hargai hal hal atau kegiatan yang dianggap sakral di organisasi anda yang baru.



JANGAN MERASA SUDAH PINTAR DAN MAU SEGERA MENJADI AGEN PERUBAHAN

Jadilah orang yang rendah hati, pendengar yang baik dan rajin mencatat. Jangan mencela apapun yang selama ini di jalankan orgaisasi baru atau lama anda.  Jangan suka beragumentasi dengan para senior sebab apa yang mungkin baik dan benar di organisasi lama atau di kampus belum tentu baik dan benar di organisasi yang baru.  Sebagai orang baru biasanya kita diharapkan untuk beradaptasi dan tidak di harapkan untuk bisa langsung memberi kontribusi atau menjadi agen perubahan kecuali bila kita menduduki jabatan yang sudah senior sekali sebagai pengambil keputusan. Karenanya pastikan anda tahu betul harapan pimpinan langsung dan organisasi melalui dekripsi tugas anda meliputi kewenangan dan tanggung jawab yang rinci.



BANGUN  IMPRESI  YANG POSITIF TENTANG DIRI ANDA

Perhatikan penampilan, tutur kata, pemikiran dan tindakan anda agar tidak membangun pencitraan yang salah dan tidak menguntungkan diri anda sendiri.  Jangan menunjukan kebanggan yang berlebihan terhadap masa lalu anda. Perhatikan hal2 kecil karena hal2 kecil lah yang akan berakibat besar bila kita gagal memperhatikannya.



BANGUN HUBUNGAN  KERJA YANG EFFEKTIF

Kemampuan bekerja sama dengan sesama anggota  organisasi adalah syarat utama keberhasilan anda dalam berkarir.  Karenanya anda harus mampu membangun kedekatan pribadi dengan semua orang yang,  baik langsung ataupun tidak langsung, mempengaruhi keberhasilan anda dalam mengukir prestasi.  Kemampuan bekerja sama juga termasuk dengan orang orang yang ‘sulit’ atau menyulitkan yang selalu saja ada di hampir semua organisasi.





MENJADI BAWAHAN YANG BAIK

Ini sangat penting sekali. Suka atau tidak suka orang yang paling mempengaruhi karir serta pendapatan anda biasanya adalah atasan langsung anda. Karenanya anda harus berusaha maksimal untuk menjadi bawahan yang dinilai baik serta dapat di andalkan oleh atasan langsung anda.  Pastikan semua tugas di selesaikan secara tepat waktu dan dengan kualitas pengerjaan yang maksimal sehingga patut di jadikan percontohan. Pastikan anda tidak pernah terlambat maupun absen karena sakit. Ingat bahwa anda di rekrut untuk mempermudah dan memperindah hidup atasan anda. Karena atasan anda tidak mampu, tidak mau dan atau tidak punya waktu untuk mengerjakan hal2 yang menjadi kewenangan serta tanggung jawab anda.  Ingat juga bahwa apapun yang anda kerjakan harus sejalan dengan pemikiran atasan anda karena anda hanya mewakili atasan anda atau menerima pendelegasian kerja semata. Pastikan anda selalu berusaha membuat atasan anda berprestasi dimata atasannya atau department lain. Pastikan atasan tidak perlu mengingatkan anda untuk mengerjalan apapun yang pernah di perintahkannya.

               



MEMBERI KONTRIBUSI POSITIF

Pastikan kehadiran anda memberi nilai tambah bagi atasan langsung secara khusus dan organisasi pada umumnya.  Jadilah bagian dari pemecah masalah dan bukannya menjadi sumber permasalahan.  Anda harus bisa memimpin dan di pimpin. Untuk itu kembangkan terus kemampuan diri dengan belajar terus menerus. 



BERSIAPLAH MENGHADAPI PERUBAHAN

Perubahan adalah sesuatu yang konstan sehingga anda harus selalu mengantisipasi perubahan. Sebab perubahan adalah sesuatu yang tidak bisa di hindari akibat tuntutan pasar maupun tuntutan organisasi yang terus berubah sesuai ancaman, peluang serta perubahan sasaran kerja organisasi.